Gambar Penyakit Sifilis Raja Singa

Gambar Penyakit Sifilis Raja Singa~ Penyakit raja singa atau sifilis adalah salah satu jenis penyakit menular seksual. Penyebab penyakit sifilis adalah infeksi bakteri pada saluran genital oleh bakteri Treponema pallidum. Sifilis dapat ditularkan dari satu orang ke orang lain melalui kontak langsung atau melalui ibu kepada bayinya selama kehamilan.

Kami Toko Obat Herbal De Nature Tawarkan Product Herbal Dari De Nature Yang Sudah Dapat Dibuktikan Ampuh Dalam Menangani Semua Jenis Penyakit Dan Terbuat Berbahan Alami Hingga Tanpa Ada Resikonya. Kami Ingin Tawarkan Product Unggulan Kami Yang Telah Teruji Khasiatnya Dapat Mengobati Penyakit Raja Singa Baik Itu Sipilis Ataupun Kencing Nanah. Silakan Tanyakan Pada Kami Keluhan Anda Serta Kami Kasih Obatnya Yang Pas. Layanan Kami 24 Jam Siap Menolong Anda. Janganlah Sangsi Lagi Kami Memberikan Yang Paling Baik Untuk Kesembuhan Penyakit Anda Cepatlah Kontak Kami Untuk Lakukan Pemesanan Obat. Bila Alami Tanda-Tanda Raja Singa Lekas Obati Serta Raja Singa Dapat Pulih Keseluruhan Dengan Obat Raja Singa De Nature.

Hubungi Customer Service Kami :
Simpati : 0812 9691 6270
Xl : 087 802 956 210
IM3: 0857 4702 2427
Pin Bb: D425DC73
Call / SMS ( Pelayanan 24 Jam )

Kapsul Gang Jie Dan Gho Siah De Nature Cara Cepat Menyembuhkan Penyakit Sipilis / Raja Singa Sampai Tuntas Dan Tidak Kambuh Lagi.

KHASIAT :

  1. Penyakit Gonore
  2. Penyakit Raja Singa
  3. Penyakit Kencing Nanah
  4. Penyakit Sifilis/Sipilis

DETAIL PRODUK :
1 Botol Gang Jie Isi 50 Kapsul
1 Botol Gho Siah Isi 50 Kapsul

ATURAN PAKAI :
Di Minum 3X Sehari 1 Jam Sebelum Makan Sekali Konsumsi 2 Kapsul Gang Jie Dan 2 Kapsul Gho Siah

BARANG SELALU READY STOCK!!!!!

Seperti yang sudah diketahui bahwa penyakit ini khususnya bisa diobati atau pun vaksin untuk pencegahannya. DeNature Indonesia sudah menyiapkan obatnya berupa obat herbal yaitu gang jie dan gho siah yang berasal dari bahan alami yang diekstra menjadi kapsul herbal yang manjur untuk penyakit dalam seperti halnya penyakit ini. Obat ini khusus kami racik untuk pengobatan gonore, pengobatan sifilis/sipilis , pengobatan kencing nanah , pengobatan raja singa. Sudah sejak 2009 obat ini mengobati sifilis,raja singa , kencing nanah , gonore. Biasanya hanya 3-5 sudah sembuh tapi obat tetap harus dihabiskan supaya total.

Tunggu apa lagi ??? pesan obatnya sekarang, jaminan barang sampai kealamat. Kalo anda malu kedokter, nggak ada waktu kedokter, takut menularkan penyakit ke orang lain. Ya apa pun alasannya kami disini siap membantu anda untuk mengobati penyakit ini.

Hubungi Customer Service Kami :
Simpati : 0812 9691 6270
Xl : 087 802 956 210
IM3: 0857 4702 2427
Pin Bb: D425DC73
Call / SMS ( Pelayanan 24 Jam )

Kenapa Harus Memilih De Nature Indonesia Sebagai Perantara Kesembuhan Penyakit Anda?

  1. Obat Kami Herbal ( Aman Tanpa Efek Samping ).
  2. Obat Kami Herbal Mujarab Dan Terpercaya Oleh Keluarga Indonesia.
  3. Pasien Dipersilahkan Konsultasi Gratis Tanpa Dipungut Biaya.
  4. Respon Cepat.
  5. Privasi Kami Jaga Dengan Baik.
  6. Khusus Untuk Obat Kutil Kelamin Seharga ( 1 Juta ) Gratis Ongkir Khusus Pulau Jawa.
  7. Selain Obat Yang Herbal Ada Anjuran Dan Tips Khusus Untuk Anda Didalam Paket.
  8. Semua Pesanan Dikemas Dengan Baik Dan Boleh Ditukar Bila Kami Salah Mengirim Paket Obat.
  9. Website Kami Ada Ribuan Dan Banyak Pesanan Dari Dalam Maupun Luar Negeri.
  10. Obat Herbal Menyembuhkan Penyakit Tanpa Menumbuhkan Benih Penyakit Lain.
  11. Harga Tersebut Dalam Sebutan Paket Untuk Menjamin Bahwa Obat Kami Akan Bekerja Dengan Maksimal Seperti Yang Anda Harapkan.
  12. 94% Orang Yang Memiliki Keyakinan Bahwa Dengan Obat Kami De Nature Indonesia Sebagai Perantara Penyakit Mereka Akan Sembuh Ternyata Sembuh Total. Tak Bisa Dipungkiri Kuasa Tuhan Berperan Besar Dalam Pengobatan Yang Anda Jalani. Dan Masih Banyak Lagi Kelebihan Obat Kami Dalam Penyembuhan.
  13. Beda Penyakit Beda Obatnya ( Obat Ramuan Khusus Masing-Masing Penyakit ).
  14. De Nature Indonesia The Best Seller And Konsultan.
  15. Obat Sudah Lulus/Terdaftar Di BPOM.
  16. Baca Juga Tentang Obat Herpes

Sekilas Tentang Penyakit Raja Singa / Sipilis

Penyakit Raja Singa atau di kenal juga dengan sipilis adalah suatu infeksi menular seksual yang disebabkan oleh bakteri spiroset Treponema pallidum sub-spesies pallidum. Rute utama penularannya melalui kontak seksual; infeksi ini juga dapat ditularkan dari ibu ke janin selama kehamilan atau saat kelahiran, yang menyebabkan terjadinya Raja Singa kongenital. Penyakit lain yang diderita manusia yang disebabkan oleh Treponema pallidum termasuk yaws (subspesies pertenue), pinta(sub-spesies carateum),dan bejel (sub-spesies endemicum).Tanda dan gejala Raja Singa bervariasi bergantung pada fase mana penyakit tersebut muncul (primer, sekunder, laten, dan tersier).

  • Fase primer secara umum ditandai dengan munculnya chancre tunggal (ulserasi keras, tidak menimbulkan rasa sakit, tidak gatal di kulit).
  • Raja Singa sekunder ditandai dengan ruam yang menyebar yang seringkali muncul di telapak tangan dan tumit kaki.
  • Raja Singa laten biasanya tidak memiliki atau hanya menunjukkan sedikit gejala.
  • Raja Singa tersier dengan gejala gumma, neurologis, atau jantung. Namun, penyakit ini telah dikenal sebagai “peniru ulung” karena kemunculannya ditandai dengan gejala yang tidak sama. Diagnosis biasanya dilakukan melalui tes darah; namun, bakteri juga dapat dilihat melalui mikroskop. Raja Singa dapat diobati secara efektif dengan antibiotik, khususnya dengan suntikan penisilin G (yang disuntikkan untuk neuroRaja Singa), ataupun ceftriakson, dan bagi pasien yang memiliki alergi berat terhadap penisilin, doksisiklin atau azitromisin dapat diberikan secara oral atau diminum.

Raja Singa diyakini telah menginfeksi 12 juta orang di seluruh dunia pada tahun 1999, dengan lebih dari 90% kasus terjadi di negara berkembang. Setelah jumlah kasus menurun secara dramatis sejak ketersediaan penicilin di seluruh dunia pada 1940an, angka infeksi kembali meningkat sejak pergantian milenium di banyak negara, terkadang muncul bersamaan dengan human immunodeficiency virus (HIV). Angka ini disebabkan sebagian oleh praktik seks yang tidak aman di antara laki-laki yang berhubungan seksual dengan laki-laki, seks bebas dan angka prostitusi tinggi, serta penurunan penggunaan proteksi pelindung.

Apa saja Tanda – tanda dan gejala penyakit Raja Singa?

Raja Singa atau sifilis dapat muncul pada satu di antara empat fase yang berbeda; primer, sekunder, laten, dan tersier, dan bisa juga terjadi secara congenital. Fase ini disebut sebagai “peniru yang hebat” oleh Sir William Osler dikarenakan kemunculannya yang bervariasi.
Raja Singa Primer.

Raja Singa primer umumnya diperoleh dari kontak seksual secara langsung dengan orang yang terinfeksi ke orang lain. Sekitar 3 sampai 90 hari setelah awal kedapatan (rata-rata 21 hari) luka di kulit dinamakan chancre, tampak pada saat kontak. Lesi ini biasanya (40 % dari waktu) tunggal, kokoh, tanpa rasa sakit, pemborokan kulit tanpa rasa gatal dengan dasar yang bersih serta berbatasan tajam antara ukuran 0,3 dan 3,0 cm. Walau bagaimanapun luka bisa dikeluarkan hampir dalam bentuk apapun.

Pada bentuk yang umum, luka baerkembang dari macule ke papule dan akhirnya ke erosion atau ulcer.

Kadang-kadang, lesi ganda mungkin muncul (~40%). Lesi ganda lebih umum ketika koinfeksi dengan HIV. Lesi mungkin nyeri atau perih (30%), dan bisa terjadi di luar kelamin (2–7%). Letak paling umum pada wanita adalah di cervix (44%), penis laki-laki heteroseksual (99%), dan anal serta rektal umumnya secara relatif (laki-laki yang berhubungan seks dengan laki-laki) (34%). Pelebaran nodus limfa;(80%) sering kali terjadi di sekitar daerah infeksi, terjadi selama 10 hari setelah pembentukan tukak. Lesi dapat bertahan selama tiga hingga enam minggu tanpa pengobatan.
Raja Singa Sekunder.

Raja Singa sekunder pada umumnya ditandai dengan munculnya ruam pada telapak tangan. Papules kemerah-merahan dan banyaknya nodul di badan menandai terjadinya Raja Singa sekunder.Raja Singa sekunder seringnya terjadi empat sampai sepuluh minggu setelah infeksi primer. Sementara penyakit sekunder dapat dikenal dalam berbagai cara secara nyata, gejala-gejala paling umum berkaitan dengan kulit, selaput lendir, dan nodus limfa. Di sana mungkin terdapat kesamaan, kemerah-merahan-pink, ruam yang tidak gatal pada batang dan ekstrim, termasuk pada telapak tangan dan soles. Ruam bisa menjadi makulopapular atau pustular. Itu bisa berbentuk datar, lebar, keputih-putihan, lesi mirip kutil dikenal sebagai kondiloma latum pada selaput lendir.

Semua dari endapan bakteri lesi terinfeksi. Gejala lain termasuk demam, sakit tenggorokan, malaise, berat badan turun, rambut rontok, dan sakit kepala. Jenis penyakit lainnya yang jarang terjadi termasuk hepatitis, ginjal penyakit, radang sendi, periostitis , optik neuritis, uveitis, dan interstitial keratitis.

Gejala akut biasanya diatasi setelah tiga hingga enam minggu; namun sekitar 25% orang bisa kambuh gejala sekunder. Banyak orang yang mengalami Raja Singa sekunder (40-85% dari wanita, 20-65% dari laki-laki) tidak melaporkan mengalami chancre dari Raja Singa primer sebelumnya.
Raja Singa Laten.

Raja Singa laten didefinisikan seperti mengalami bukti serologis dari infeksi tanpa gejala-gejala dari penyakit. Penyakit ini dijelaskan lebih lanjut sebagai lebih awal (kurang dari 1 tahun setelah Raja Singa sekunder) atau akhir (lebih dari 1 tahun setelah Raja Singa sekunder) di Amerika serikat. Amerika serikat memanfaakkan memotong dari dua tahun dini dan akhir Raja Singa laten. Awal Raja Singa laten bisa mempunyai gejala- gejala kambuh. Akhir Raja Singa laten adalah asimptomatik, dan tidak menular seperti awal Raja Singa laten.
Raja Singa Tersier

Pasien dengan Raja Singa tersier. Kasus di Musée de l’Homme, Paris. Raja Singa tersier bisa terjadi kira-kira 3 hingga 15 tahun setelah infeksi awal, dan bisa dibagi kedalam tiga bentuk berbeda; Raja Singa gummatous (15%), akhir neuroRaja Singa (6.5%),dan kardiovaskular Raja Singa (10%). Tanpa pengobatan, ketiga dari orang yang terinfeksi berkembang ke penyakit tersier. Orang dengan Raja Singa tersier adalah bukan penular.

Raja Singa gummatous atau Raja Singa akhir benign biasanya terjadi 1 hingga 46 tahun setelah infeksi awal, dengan rata-rata 15 tahun. Fase ini ditandai oleh pembentukan gumma kronik, yang lembut,mirip peradangan bola tumor yang bisa bermacam-macam dan sangat signifikan bentuknya gumma umumnya mempengaruhi kulit, tulang, dan liver, tetapi bisa terjadi dimanapun.

NeuroRaja Singa merujuk pada infeksi yang melibatkan sistem saraf pusat yang bisa terjadi dini, menjadi tak bergajala atau dalam bentuk dari meningitis Raja Singatik yang berhubungan dengan keseimbangan yang lemah dan nyeri kilat pada ekstrimitas lebih rendah. Akhir neuroRaja Singa umumnya terjadi 4 hingga 25 tahun setelah infeksi awal. Siflis meningovaskular umumnya muncul dengan apati dan sawan, serta telah umum dengan demensia dan dorsalis. Juga di sana mungkin terdapat pupil Argyll Robertson, tempat pupil kecil bilateral menyempit ketika orang fokus pada objek dekat, tapi tidak menyempit ketika terkena cahaya terang.

Raja Singa kardiovaskular biasanya terjadi 10-30 tahun setelah infeksi awal. Komplikasi yang paling umum adalah syphilitic aortitis, yang dapat mengakibatkan pembentukan aneurisme.
Raja Singa Kongenital.

Raja Singa kogenital bawaan sejak lahir dapat terjadi selama kehamilan atau selama kelahiran. Dua dari tiga bayi Raja Singa lahir tanpa gejala. Gejala umum yang kemudian berkembang dari kehidupan beberapa tahun pertama meliputi: hepatosplenomegali (70%), ruam (70%), demam (40%), neurosyphilis (20%), dan pneumonitis (20%). Jika terobati Raja Singa kongenital tahap akhir dapat terjadi di 40% meliputi: hidung; pelana kelainan bentuk, tanda Higoumenakis, saber shin, atau persendian Clutton di antara lainnya.
Apa saja Ciri – Ciri Penyakit Raja Singa?

penyakit Raja Singa pada pria dan wanita memiliki ciri-ciri yang berbeda. untuk itu harus benar-benar di pahami bagi yang sedang mengalami tanda atau ciri-ciri dari Raja Singa, dan untuk segera melakukan penyobatan.

Ciri – Ciri Raja Singa Pada Wanita.

  • Keluarnya cairan yang tidak normal dari saluran kencing dan atau liang senggama ( Keputihan yang banyak, berbau amis, berwarna putih kehijauan )
  • Rasa nyeri ketika kencing atau saat berhubungan seksual
  • Rasa gatal di alat kelamin atau sekitarnya
  • Adanya Lecet, luka kecil ( kadang ada yang tidak terasa sakit ) yang disertai dengan pembengkakan kelenjar getah bening
  • Adanya perubahan warna kulit dan mata
  • Pada wanita, penyakit ini tidak menunjukkan gejala yang jelas atau bahkan tidak mengalami keluhan sama sekali, sehingga wanita mudah menjadi sumber penularan
    komplikasi berupa bartolitis, yaitu membengkaknya kelenjar Bartholin sehingga penderita susah jalan karena nyeri. Komplikasi dapat ke atas menyebabkan kemandulan, jika ke rongga perut menyebabkan radang di perut dan usus. Selain itu baik pada wanita atau pria dapat terjadi infeksi sistemik ( seluruh tubuh) ke sendi, jantung, selaput otak dan lain-lain. Pada ibu hamil, bila tidak diobati, saat melahirkan mata bayi dapat terinfeksi, bila tidak cepat ditangani dapat menyebabkan kebutaan

Ciri Ciri Raja Singa Pada Pria.

  • Keluarnya cairan nanah dari penis pada laki-laki.
  • Nyeri selama hubungan seksual atu pada saat buang air kecil.
  • Kerongkongan terasa sakit atau ada luka kerongkongan pada orang-orang dengan oral sex.
  • Nyeri pada daerah sekitar anus pada orang-orang dengan anal sex.
  • Luka memerah tanpa rasa sakit pada daerah kelamin, anus, kerongkongan dan atau lidah.
  • Bintik merah pada kulit dan bersisik pada telapak tangan dan telapak kaki.
  • Urine atau air kencing berwarna gelap, feses berwarna terang, mata dan kulit berwarna kuning.
  • Timbul lepuh kecil pada daerah kelamin yang berubah menjadi koreng (kerak kering pd luka).
  • Pembengkakan pada kelenjar limfe, demam dan nyeri atau rasa sakit pada seluruh tubuh.
  • Gejala infeksi yang aneh, lelah yang tidak dapat dijelaskan mengapa, keringat malam, berat badan menurun.

Bagaimana Penularan Penyakit Raja Singa?

Raja Singa terutama ditularkan melalui kontak seksual atau selama kehamilan dari ibu ke janinnya; spiroseta mampu menembus membran mokusa utuh atau ganguan kulit. Oleh karena itu dapat ditularkan melalui mencium area di dekat lesi, serta seks oral, vaginal, dan anal. Sekitar 30 sampai 60% dari mereka yang terkena Raja Singa primer atau sekunder akan terkena penyakit tersebut. Contoh penularannya, seseorang yang disuntik dengan hanya 57 organisme mempunyai peluang 50% terinfeksi. Sebagian besar (60%) dari kasus baru di United States terjadi pada laki-laki yang berhubungan seks dengan laki-laki. Penyakit tersebut dapat ditularkan lewat produk darah. Namun, produk darah telah diuji di banyak negara dan risiko penularan tersebut menjadi rendah. Risiko dari penularan karena berbagi jarum suntik tidaklah banyak. Raja Singa tidak dapat ditularkan melalui dudukan toilet, aktifitas sehari-hari, bak panas, atau berbagi alat makan serta pakaian.

Pengertian Sifilis (Penyakit Raja Singa)

Pengertian Sifilis (Penyakit Raja Singa)~ Kebanyakan dari wanita masih bingung membedakan antara penyakit sipilis dengan keputihan. Dan tidak jarang dari mereka yang terlambat melakukan pengobatan dikarenakan minimnya pengetahuan mengenai penyakit sipilis.Berikut kami terangkan megenai penyakit sipilis dan cirinya semoga bermanfaat.Sifilis adalah penyakit kelamin menular yang disebabkan oleh bakteri Troponema Pallidum. Penularan melalui kontak seksual, melalui kontak langsung dan kongenital sifilis (melalui ibu ke anak dalam uterus)

Kami Toko Obat Herbal De Nature Tawarkan Product Herbal Dari De Nature Yang Sudah Dapat Dibuktikan Ampuh Dalam Menangani Semua Jenis Penyakit Dan Terbuat Berbahan Alami Hingga Tanpa Ada Resikonya. Kami Ingin Tawarkan Product Unggulan Kami Yang Telah Teruji Khasiatnya Dapat Mengobati Penyakit Raja Singa Baik Itu Sipilis Ataupun Kencing Nanah. Silakan Tanyakan Pada Kami Keluhan Anda Serta Kami Kasih Obatnya Yang Pas. Layanan Kami 24 Jam Siap Menolong Anda. Janganlah Sangsi Lagi Kami Memberikan Yang Paling Baik Untuk Kesembuhan Penyakit Anda Cepatlah Kontak Kami Untuk Lakukan Pemesanan Obat. Bila Alami Tanda-Tanda Raja Singa Lekas Obati Serta Raja Singa Dapat Pulih Keseluruhan Dengan Obat Raja Singa De Nature.

Hubungi Customer Service Kami :
Simpati : 0812 9691 6270
Xl : 087 802 956 210
IM3: 0857 4702 2427
Pin Bb: D425DC73
Call / SMS ( Pelayanan 24 Jam )

Kapsul Gang Jie Dan Gho Siah De Nature Cara Cepat Menyembuhkan Penyakit Sipilis / Raja Singa Sampai Tuntas Dan Tidak Kambuh Lagi.

KHASIAT :

  1. Penyakit Gonore
  2. Penyakit Raja Singa
  3. Penyakit Kencing Nanah
  4. Penyakit Sifilis/Sipilis

DETAIL PRODUK :
1 Botol Gang Jie Isi 50 Kapsul
1 Botol Gho Siah Isi 50 Kapsul

ATURAN PAKAI :
Di Minum 3X Sehari 1 Jam Sebelum Makan Sekali Konsumsi 2 Kapsul Gang Jie Dan 2 Kapsul Gho Siah

BARANG SELALU READY STOCK!!!!!

Seperti yang sudah diketahui bahwa penyakit ini khususnya bisa diobati atau pun vaksin untuk pencegahannya. DeNature Indonesia sudah menyiapkan obatnya berupa obat herbal yaitu gang jie dan gho siah yang berasal dari bahan alami yang diekstra menjadi kapsul herbal yang manjur untuk penyakit dalam seperti halnya penyakit ini. Obat ini khusus kami racik untuk pengobatan gonore, pengobatan sifilis/sipilis , pengobatan kencing nanah , pengobatan raja singa. Sudah sejak 2009 obat ini mengobati sifilis,raja singa , kencing nanah , gonore. Biasanya hanya 3-5 sudah sembuh tapi obat tetap harus dihabiskan supaya total.

Tunggu apa lagi ??? pesan obatnya sekarang, jaminan barang sampai kealamat. Kalo anda malu kedokter, nggak ada waktu kedokter, takut menularkan penyakit ke orang lain. Ya apa pun alasannya kami disini siap membantu anda untuk mengobati penyakit ini.

Hubungi Customer Service Kami :
Simpati : 0812 9691 6270
Xl : 087 802 956 210
IM3: 0857 4702 2427
Pin Bb: D425DC73
Call / SMS ( Pelayanan 24 Jam )

Kenapa Harus Memilih De Nature Indonesia Sebagai Perantara Kesembuhan Penyakit Anda?

  1. Obat Kami Herbal ( Aman Tanpa Efek Samping ).
  2. Obat Kami Herbal Mujarab Dan Terpercaya Oleh Keluarga Indonesia.
  3. Pasien Dipersilahkan Konsultasi Gratis Tanpa Dipungut Biaya.
  4. Respon Cepat.
  5. Privasi Kami Jaga Dengan Baik.
  6. Khusus Untuk Obat Kutil Kelamin Seharga ( 1 Juta ) Gratis Ongkir Khusus Pulau Jawa.
  7. Selain Obat Yang Herbal Ada Anjuran Dan Tips Khusus Untuk Anda Didalam Paket.
  8. Semua Pesanan Dikemas Dengan Baik Dan Boleh Ditukar Bila Kami Salah Mengirim Paket Obat.
  9. Website Kami Ada Ribuan Dan Banyak Pesanan Dari Dalam Maupun Luar Negeri.
  10. Obat Herbal Menyembuhkan Penyakit Tanpa Menumbuhkan Benih Penyakit Lain.
  11. Harga Tersebut Dalam Sebutan Paket Untuk Menjamin Bahwa Obat Kami Akan Bekerja Dengan Maksimal Seperti Yang Anda Harapkan.
  12. 94% Orang Yang Memiliki Keyakinan Bahwa Dengan Obat Kami De Nature Indonesia Sebagai Perantara Penyakit Mereka Akan Sembuh Ternyata Sembuh Total. Tak Bisa Dipungkiri Kuasa Tuhan Berperan Besar Dalam Pengobatan Yang Anda Jalani. Dan Masih Banyak Lagi Kelebihan Obat Kami Dalam Penyembuhan.
  13. Beda Penyakit Beda Obatnya ( Obat Ramuan Khusus Masing-Masing Penyakit ).
  14. De Nature Indonesia The Best Seller And Konsultan.
  15. Obat Sudah Lulus/Terdaftar Di BPOM.
  16. Baca Juga Tentang Obat Herpes

Sekilas Tentang Penyakit Raja Singa / Sipilis

Penyakit Raja Singa atau di kenal juga dengan sipilis adalah suatu infeksi menular seksual yang disebabkan oleh bakteri spiroset Treponema pallidum sub-spesies pallidum. Rute utama penularannya melalui kontak seksual; infeksi ini juga dapat ditularkan dari ibu ke janin selama kehamilan atau saat kelahiran, yang menyebabkan terjadinya Raja Singa kongenital. Penyakit lain yang diderita manusia yang disebabkan oleh Treponema pallidum termasuk yaws (subspesies pertenue), pinta(sub-spesies carateum),dan bejel (sub-spesies endemicum).Tanda dan gejala Raja Singa bervariasi bergantung pada fase mana penyakit tersebut muncul (primer, sekunder, laten, dan tersier).

  • Fase primer secara umum ditandai dengan munculnya chancre tunggal (ulserasi keras, tidak menimbulkan rasa sakit, tidak gatal di kulit).
  • Raja Singa sekunder ditandai dengan ruam yang menyebar yang seringkali muncul di telapak tangan dan tumit kaki.
  • Raja Singa laten biasanya tidak memiliki atau hanya menunjukkan sedikit gejala.
  • Raja Singa tersier dengan gejala gumma, neurologis, atau jantung. Namun, penyakit ini telah dikenal sebagai “peniru ulung” karena kemunculannya ditandai dengan gejala yang tidak sama. Diagnosis biasanya dilakukan melalui tes darah; namun, bakteri juga dapat dilihat melalui mikroskop. Raja Singa dapat diobati secara efektif dengan antibiotik, khususnya dengan suntikan penisilin G (yang disuntikkan untuk neuroRaja Singa), ataupun ceftriakson, dan bagi pasien yang memiliki alergi berat terhadap penisilin, doksisiklin atau azitromisin dapat diberikan secara oral atau diminum.

Raja Singa diyakini telah menginfeksi 12 juta orang di seluruh dunia pada tahun 1999, dengan lebih dari 90% kasus terjadi di negara berkembang. Setelah jumlah kasus menurun secara dramatis sejak ketersediaan penicilin di seluruh dunia pada 1940an, angka infeksi kembali meningkat sejak pergantian milenium di banyak negara, terkadang muncul bersamaan dengan human immunodeficiency virus (HIV). Angka ini disebabkan sebagian oleh praktik seks yang tidak aman di antara laki-laki yang berhubungan seksual dengan laki-laki, seks bebas dan angka prostitusi tinggi, serta penurunan penggunaan proteksi pelindung.

Apa saja Tanda – tanda dan gejala penyakit Raja Singa?

Raja Singa atau sifilis dapat muncul pada satu di antara empat fase yang berbeda; primer, sekunder, laten, dan tersier, dan bisa juga terjadi secara congenital. Fase ini disebut sebagai “peniru yang hebat” oleh Sir William Osler dikarenakan kemunculannya yang bervariasi.
Raja Singa Primer.

Raja Singa primer umumnya diperoleh dari kontak seksual secara langsung dengan orang yang terinfeksi ke orang lain. Sekitar 3 sampai 90 hari setelah awal kedapatan (rata-rata 21 hari) luka di kulit dinamakan chancre, tampak pada saat kontak. Lesi ini biasanya (40 % dari waktu) tunggal, kokoh, tanpa rasa sakit, pemborokan kulit tanpa rasa gatal dengan dasar yang bersih serta berbatasan tajam antara ukuran 0,3 dan 3,0 cm. Walau bagaimanapun luka bisa dikeluarkan hampir dalam bentuk apapun.

Pada bentuk yang umum, luka baerkembang dari macule ke papule dan akhirnya ke erosion atau ulcer.

Kadang-kadang, lesi ganda mungkin muncul (~40%). Lesi ganda lebih umum ketika koinfeksi dengan HIV. Lesi mungkin nyeri atau perih (30%), dan bisa terjadi di luar kelamin (2–7%). Letak paling umum pada wanita adalah di cervix (44%), penis laki-laki heteroseksual (99%), dan anal serta rektal umumnya secara relatif (laki-laki yang berhubungan seks dengan laki-laki) (34%). Pelebaran nodus limfa;(80%) sering kali terjadi di sekitar daerah infeksi, terjadi selama 10 hari setelah pembentukan tukak. Lesi dapat bertahan selama tiga hingga enam minggu tanpa pengobatan.
Raja Singa Sekunder.

Raja Singa sekunder pada umumnya ditandai dengan munculnya ruam pada telapak tangan. Papules kemerah-merahan dan banyaknya nodul di badan menandai terjadinya Raja Singa sekunder.Raja Singa sekunder seringnya terjadi empat sampai sepuluh minggu setelah infeksi primer. Sementara penyakit sekunder dapat dikenal dalam berbagai cara secara nyata, gejala-gejala paling umum berkaitan dengan kulit, selaput lendir, dan nodus limfa. Di sana mungkin terdapat kesamaan, kemerah-merahan-pink, ruam yang tidak gatal pada batang dan ekstrim, termasuk pada telapak tangan dan soles. Ruam bisa menjadi makulopapular atau pustular. Itu bisa berbentuk datar, lebar, keputih-putihan, lesi mirip kutil dikenal sebagai kondiloma latum pada selaput lendir.

Semua dari endapan bakteri lesi terinfeksi. Gejala lain termasuk demam, sakit tenggorokan, malaise, berat badan turun, rambut rontok, dan sakit kepala. Jenis penyakit lainnya yang jarang terjadi termasuk hepatitis, ginjal penyakit, radang sendi, periostitis , optik neuritis, uveitis, dan interstitial keratitis.

Gejala akut biasanya diatasi setelah tiga hingga enam minggu; namun sekitar 25% orang bisa kambuh gejala sekunder. Banyak orang yang mengalami Raja Singa sekunder (40-85% dari wanita, 20-65% dari laki-laki) tidak melaporkan mengalami chancre dari Raja Singa primer sebelumnya.
Raja Singa Laten.

Raja Singa laten didefinisikan seperti mengalami bukti serologis dari infeksi tanpa gejala-gejala dari penyakit. Penyakit ini dijelaskan lebih lanjut sebagai lebih awal (kurang dari 1 tahun setelah Raja Singa sekunder) atau akhir (lebih dari 1 tahun setelah Raja Singa sekunder) di Amerika serikat. Amerika serikat memanfaakkan memotong dari dua tahun dini dan akhir Raja Singa laten. Awal Raja Singa laten bisa mempunyai gejala- gejala kambuh. Akhir Raja Singa laten adalah asimptomatik, dan tidak menular seperti awal Raja Singa laten.
Raja Singa Tersier

Pasien dengan Raja Singa tersier. Kasus di Musée de l’Homme, Paris. Raja Singa tersier bisa terjadi kira-kira 3 hingga 15 tahun setelah infeksi awal, dan bisa dibagi kedalam tiga bentuk berbeda; Raja Singa gummatous (15%), akhir neuroRaja Singa (6.5%),dan kardiovaskular Raja Singa (10%). Tanpa pengobatan, ketiga dari orang yang terinfeksi berkembang ke penyakit tersier. Orang dengan Raja Singa tersier adalah bukan penular.

Raja Singa gummatous atau Raja Singa akhir benign biasanya terjadi 1 hingga 46 tahun setelah infeksi awal, dengan rata-rata 15 tahun. Fase ini ditandai oleh pembentukan gumma kronik, yang lembut,mirip peradangan bola tumor yang bisa bermacam-macam dan sangat signifikan bentuknya gumma umumnya mempengaruhi kulit, tulang, dan liver, tetapi bisa terjadi dimanapun.

NeuroRaja Singa merujuk pada infeksi yang melibatkan sistem saraf pusat yang bisa terjadi dini, menjadi tak bergajala atau dalam bentuk dari meningitis Raja Singatik yang berhubungan dengan keseimbangan yang lemah dan nyeri kilat pada ekstrimitas lebih rendah. Akhir neuroRaja Singa umumnya terjadi 4 hingga 25 tahun setelah infeksi awal. Siflis meningovaskular umumnya muncul dengan apati dan sawan, serta telah umum dengan demensia dan dorsalis. Juga di sana mungkin terdapat pupil Argyll Robertson, tempat pupil kecil bilateral menyempit ketika orang fokus pada objek dekat, tapi tidak menyempit ketika terkena cahaya terang.

Raja Singa kardiovaskular biasanya terjadi 10-30 tahun setelah infeksi awal. Komplikasi yang paling umum adalah syphilitic aortitis, yang dapat mengakibatkan pembentukan aneurisme.
Raja Singa Kongenital.

Raja Singa kogenital bawaan sejak lahir dapat terjadi selama kehamilan atau selama kelahiran. Dua dari tiga bayi Raja Singa lahir tanpa gejala. Gejala umum yang kemudian berkembang dari kehidupan beberapa tahun pertama meliputi: hepatosplenomegali (70%), ruam (70%), demam (40%), neurosyphilis (20%), dan pneumonitis (20%). Jika terobati Raja Singa kongenital tahap akhir dapat terjadi di 40% meliputi: hidung; pelana kelainan bentuk, tanda Higoumenakis, saber shin, atau persendian Clutton di antara lainnya.
Apa saja Ciri – Ciri Penyakit Raja Singa?

penyakit Raja Singa pada pria dan wanita memiliki ciri-ciri yang berbeda. untuk itu harus benar-benar di pahami bagi yang sedang mengalami tanda atau ciri-ciri dari Raja Singa, dan untuk segera melakukan penyobatan.

Ciri – Ciri Raja Singa Pada Wanita.

  • Keluarnya cairan yang tidak normal dari saluran kencing dan atau liang senggama ( Keputihan yang banyak, berbau amis, berwarna putih kehijauan )
  • Rasa nyeri ketika kencing atau saat berhubungan seksual
  • Rasa gatal di alat kelamin atau sekitarnya
  • Adanya Lecet, luka kecil ( kadang ada yang tidak terasa sakit ) yang disertai dengan pembengkakan kelenjar getah bening
  • Adanya perubahan warna kulit dan mata
  • Pada wanita, penyakit ini tidak menunjukkan gejala yang jelas atau bahkan tidak mengalami keluhan sama sekali, sehingga wanita mudah menjadi sumber penularan
    komplikasi berupa bartolitis, yaitu membengkaknya kelenjar Bartholin sehingga penderita susah jalan karena nyeri. Komplikasi dapat ke atas menyebabkan kemandulan, jika ke rongga perut menyebabkan radang di perut dan usus. Selain itu baik pada wanita atau pria dapat terjadi infeksi sistemik ( seluruh tubuh) ke sendi, jantung, selaput otak dan lain-lain. Pada ibu hamil, bila tidak diobati, saat melahirkan mata bayi dapat terinfeksi, bila tidak cepat ditangani dapat menyebabkan kebutaan

Ciri Ciri Raja Singa Pada Pria.

  • Keluarnya cairan nanah dari penis pada laki-laki.
  • Nyeri selama hubungan seksual atu pada saat buang air kecil.
  • Kerongkongan terasa sakit atau ada luka kerongkongan pada orang-orang dengan oral sex.
  • Nyeri pada daerah sekitar anus pada orang-orang dengan anal sex.
  • Luka memerah tanpa rasa sakit pada daerah kelamin, anus, kerongkongan dan atau lidah.
  • Bintik merah pada kulit dan bersisik pada telapak tangan dan telapak kaki.
  • Urine atau air kencing berwarna gelap, feses berwarna terang, mata dan kulit berwarna kuning.
  • Timbul lepuh kecil pada daerah kelamin yang berubah menjadi koreng (kerak kering pd luka).
  • Pembengkakan pada kelenjar limfe, demam dan nyeri atau rasa sakit pada seluruh tubuh.
  • Gejala infeksi yang aneh, lelah yang tidak dapat dijelaskan mengapa, keringat malam, berat badan menurun.

Bagaimana Penularan Penyakit Raja Singa?

Raja Singa terutama ditularkan melalui kontak seksual atau selama kehamilan dari ibu ke janinnya; spiroseta mampu menembus membran mokusa utuh atau ganguan kulit. Oleh karena itu dapat ditularkan melalui mencium area di dekat lesi, serta seks oral, vaginal, dan anal. Sekitar 30 sampai 60% dari mereka yang terkena Raja Singa primer atau sekunder akan terkena penyakit tersebut. Contoh penularannya, seseorang yang disuntik dengan hanya 57 organisme mempunyai peluang 50% terinfeksi. Sebagian besar (60%) dari kasus baru di United States terjadi pada laki-laki yang berhubungan seks dengan laki-laki. Penyakit tersebut dapat ditularkan lewat produk darah. Namun, produk darah telah diuji di banyak negara dan risiko penularan tersebut menjadi rendah. Risiko dari penularan karena berbagi jarum suntik tidaklah banyak. Raja Singa tidak dapat ditularkan melalui dudukan toilet, aktifitas sehari-hari, bak panas, atau berbagi alat makan serta pakaian.

Penyakit Raja Singa Seperti Apa

Penyakit Raja Singa Seperti Apa~ Raja singa atau sipilis merupakan penyakit menular seksual yang disebabkan bakteri bernama Treponema pallidum yang bersifat kronis dan menahun. Dapat ditularkan juga melalui seks oral dan seks anal, atau bahkan ditularkan oleh ibu hamil ke janin didalam kandungan yang disebut dengan sipilis kongential.

Kami Toko Obat Herbal De Nature Tawarkan Product Herbal Dari De Nature Yang Sudah Dapat Dibuktikan Ampuh Dalam Menangani Semua Jenis Penyakit Dan Terbuat Berbahan Alami Hingga Tanpa Ada Resikonya. Kami Ingin Tawarkan Product Unggulan Kami Yang Telah Teruji Khasiatnya Dapat Mengobati Penyakit Raja Singa Baik Itu Sipilis Ataupun Kencing Nanah. Silakan Tanyakan Pada Kami Keluhan Anda Serta Kami Kasih Obatnya Yang Pas. Layanan Kami 24 Jam Siap Menolong Anda. Janganlah Sangsi Lagi Kami Memberikan Yang Paling Baik Untuk Kesembuhan Penyakit Anda Cepatlah Kontak Kami Untuk Lakukan Pemesanan Obat. Bila Alami Tanda-Tanda Raja Singa Lekas Obati Serta Raja Singa Dapat Pulih Keseluruhan Dengan Obat Raja Singa De Nature.

Hubungi Customer Service Kami :
Simpati : 0812 9691 6270
Xl : 087 802 956 210
IM3: 0857 4702 2427
Pin Bb: D425DC73
Call / SMS ( Pelayanan 24 Jam )

Kapsul Gang Jie Dan Gho Siah De Nature Cara Cepat Menyembuhkan Penyakit Sipilis / Raja Singa Sampai Tuntas Dan Tidak Kambuh Lagi.

KHASIAT :

  1. Penyakit Gonore
  2. Penyakit Raja Singa
  3. Penyakit Kencing Nanah
  4. Penyakit Sifilis/Sipilis

DETAIL PRODUK :
1 Botol Gang Jie Isi 50 Kapsul
1 Botol Gho Siah Isi 50 Kapsul

ATURAN PAKAI :
Di Minum 3X Sehari 1 Jam Sebelum Makan Sekali Konsumsi 2 Kapsul Gang Jie Dan 2 Kapsul Gho Siah

BARANG SELALU READY STOCK!!!!!

Seperti yang sudah diketahui bahwa penyakit ini khususnya bisa diobati atau pun vaksin untuk pencegahannya. DeNature Indonesia sudah menyiapkan obatnya berupa obat herbal yaitu gang jie dan gho siah yang berasal dari bahan alami yang diekstra menjadi kapsul herbal yang manjur untuk penyakit dalam seperti halnya penyakit ini. Obat ini khusus kami racik untuk pengobatan gonore, pengobatan sifilis/sipilis , pengobatan kencing nanah , pengobatan raja singa. Sudah sejak 2009 obat ini mengobati sifilis,raja singa , kencing nanah , gonore. Biasanya hanya 3-5 sudah sembuh tapi obat tetap harus dihabiskan supaya total.

Tunggu apa lagi ??? pesan obatnya sekarang, jaminan barang sampai kealamat. Kalo anda malu kedokter, nggak ada waktu kedokter, takut menularkan penyakit ke orang lain. Ya apa pun alasannya kami disini siap membantu anda untuk mengobati penyakit ini.

Hubungi Customer Service Kami :
Simpati : 0812 9691 6270
Xl : 087 802 956 210
IM3: 0857 4702 2427
Pin Bb: D425DC73
Call / SMS ( Pelayanan 24 Jam )

Kenapa Harus Memilih De Nature Indonesia Sebagai Perantara Kesembuhan Penyakit Anda?

  1. Obat Kami Herbal ( Aman Tanpa Efek Samping ).
  2. Obat Kami Herbal Mujarab Dan Terpercaya Oleh Keluarga Indonesia.
  3. Pasien Dipersilahkan Konsultasi Gratis Tanpa Dipungut Biaya.
  4. Respon Cepat.
  5. Privasi Kami Jaga Dengan Baik.
  6. Khusus Untuk Obat Kutil Kelamin Seharga ( 1 Juta ) Gratis Ongkir Khusus Pulau Jawa.
  7. Selain Obat Yang Herbal Ada Anjuran Dan Tips Khusus Untuk Anda Didalam Paket.
  8. Semua Pesanan Dikemas Dengan Baik Dan Boleh Ditukar Bila Kami Salah Mengirim Paket Obat.
  9. Website Kami Ada Ribuan Dan Banyak Pesanan Dari Dalam Maupun Luar Negeri.
  10. Obat Herbal Menyembuhkan Penyakit Tanpa Menumbuhkan Benih Penyakit Lain.
  11. Harga Tersebut Dalam Sebutan Paket Untuk Menjamin Bahwa Obat Kami Akan Bekerja Dengan Maksimal Seperti Yang Anda Harapkan.
  12. 94% Orang Yang Memiliki Keyakinan Bahwa Dengan Obat Kami De Nature Indonesia Sebagai Perantara Penyakit Mereka Akan Sembuh Ternyata Sembuh Total. Tak Bisa Dipungkiri Kuasa Tuhan Berperan Besar Dalam Pengobatan Yang Anda Jalani. Dan Masih Banyak Lagi Kelebihan Obat Kami Dalam Penyembuhan.
  13. Beda Penyakit Beda Obatnya ( Obat Ramuan Khusus Masing-Masing Penyakit ).
  14. De Nature Indonesia The Best Seller And Konsultan.
  15. Obat Sudah Lulus/Terdaftar Di BPOM.
  16. Baca Juga Tentang Obat Herpes

Sekilas Tentang Penyakit Raja Singa / Sipilis

Penyakit Raja Singa atau di kenal juga dengan sipilis adalah suatu infeksi menular seksual yang disebabkan oleh bakteri spiroset Treponema pallidum sub-spesies pallidum. Rute utama penularannya melalui kontak seksual; infeksi ini juga dapat ditularkan dari ibu ke janin selama kehamilan atau saat kelahiran, yang menyebabkan terjadinya Raja Singa kongenital. Penyakit lain yang diderita manusia yang disebabkan oleh Treponema pallidum termasuk yaws (subspesies pertenue), pinta(sub-spesies carateum),dan bejel (sub-spesies endemicum).Tanda dan gejala Raja Singa bervariasi bergantung pada fase mana penyakit tersebut muncul (primer, sekunder, laten, dan tersier).

  • Fase primer secara umum ditandai dengan munculnya chancre tunggal (ulserasi keras, tidak menimbulkan rasa sakit, tidak gatal di kulit).
  • Raja Singa sekunder ditandai dengan ruam yang menyebar yang seringkali muncul di telapak tangan dan tumit kaki.
  • Raja Singa laten biasanya tidak memiliki atau hanya menunjukkan sedikit gejala.
  • Raja Singa tersier dengan gejala gumma, neurologis, atau jantung. Namun, penyakit ini telah dikenal sebagai “peniru ulung” karena kemunculannya ditandai dengan gejala yang tidak sama. Diagnosis biasanya dilakukan melalui tes darah; namun, bakteri juga dapat dilihat melalui mikroskop. Raja Singa dapat diobati secara efektif dengan antibiotik, khususnya dengan suntikan penisilin G (yang disuntikkan untuk neuroRaja Singa), ataupun ceftriakson, dan bagi pasien yang memiliki alergi berat terhadap penisilin, doksisiklin atau azitromisin dapat diberikan secara oral atau diminum.

Raja Singa diyakini telah menginfeksi 12 juta orang di seluruh dunia pada tahun 1999, dengan lebih dari 90% kasus terjadi di negara berkembang. Setelah jumlah kasus menurun secara dramatis sejak ketersediaan penicilin di seluruh dunia pada 1940an, angka infeksi kembali meningkat sejak pergantian milenium di banyak negara, terkadang muncul bersamaan dengan human immunodeficiency virus (HIV). Angka ini disebabkan sebagian oleh praktik seks yang tidak aman di antara laki-laki yang berhubungan seksual dengan laki-laki, seks bebas dan angka prostitusi tinggi, serta penurunan penggunaan proteksi pelindung.

Apa saja Tanda – tanda dan gejala penyakit Raja Singa?

Raja Singa atau sifilis dapat muncul pada satu di antara empat fase yang berbeda; primer, sekunder, laten, dan tersier, dan bisa juga terjadi secara congenital. Fase ini disebut sebagai “peniru yang hebat” oleh Sir William Osler dikarenakan kemunculannya yang bervariasi.
Raja Singa Primer.

Raja Singa primer umumnya diperoleh dari kontak seksual secara langsung dengan orang yang terinfeksi ke orang lain. Sekitar 3 sampai 90 hari setelah awal kedapatan (rata-rata 21 hari) luka di kulit dinamakan chancre, tampak pada saat kontak. Lesi ini biasanya (40 % dari waktu) tunggal, kokoh, tanpa rasa sakit, pemborokan kulit tanpa rasa gatal dengan dasar yang bersih serta berbatasan tajam antara ukuran 0,3 dan 3,0 cm. Walau bagaimanapun luka bisa dikeluarkan hampir dalam bentuk apapun.

Pada bentuk yang umum, luka baerkembang dari macule ke papule dan akhirnya ke erosion atau ulcer.

Kadang-kadang, lesi ganda mungkin muncul (~40%). Lesi ganda lebih umum ketika koinfeksi dengan HIV. Lesi mungkin nyeri atau perih (30%), dan bisa terjadi di luar kelamin (2–7%). Letak paling umum pada wanita adalah di cervix (44%), penis laki-laki heteroseksual (99%), dan anal serta rektal umumnya secara relatif (laki-laki yang berhubungan seks dengan laki-laki) (34%). Pelebaran nodus limfa;(80%) sering kali terjadi di sekitar daerah infeksi, terjadi selama 10 hari setelah pembentukan tukak. Lesi dapat bertahan selama tiga hingga enam minggu tanpa pengobatan.
Raja Singa Sekunder.

Raja Singa sekunder pada umumnya ditandai dengan munculnya ruam pada telapak tangan. Papules kemerah-merahan dan banyaknya nodul di badan menandai terjadinya Raja Singa sekunder.Raja Singa sekunder seringnya terjadi empat sampai sepuluh minggu setelah infeksi primer. Sementara penyakit sekunder dapat dikenal dalam berbagai cara secara nyata, gejala-gejala paling umum berkaitan dengan kulit, selaput lendir, dan nodus limfa. Di sana mungkin terdapat kesamaan, kemerah-merahan-pink, ruam yang tidak gatal pada batang dan ekstrim, termasuk pada telapak tangan dan soles. Ruam bisa menjadi makulopapular atau pustular. Itu bisa berbentuk datar, lebar, keputih-putihan, lesi mirip kutil dikenal sebagai kondiloma latum pada selaput lendir.

Semua dari endapan bakteri lesi terinfeksi. Gejala lain termasuk demam, sakit tenggorokan, malaise, berat badan turun, rambut rontok, dan sakit kepala. Jenis penyakit lainnya yang jarang terjadi termasuk hepatitis, ginjal penyakit, radang sendi, periostitis , optik neuritis, uveitis, dan interstitial keratitis.

Gejala akut biasanya diatasi setelah tiga hingga enam minggu; namun sekitar 25% orang bisa kambuh gejala sekunder. Banyak orang yang mengalami Raja Singa sekunder (40-85% dari wanita, 20-65% dari laki-laki) tidak melaporkan mengalami chancre dari Raja Singa primer sebelumnya.
Raja Singa Laten.

Raja Singa laten didefinisikan seperti mengalami bukti serologis dari infeksi tanpa gejala-gejala dari penyakit. Penyakit ini dijelaskan lebih lanjut sebagai lebih awal (kurang dari 1 tahun setelah Raja Singa sekunder) atau akhir (lebih dari 1 tahun setelah Raja Singa sekunder) di Amerika serikat. Amerika serikat memanfaakkan memotong dari dua tahun dini dan akhir Raja Singa laten. Awal Raja Singa laten bisa mempunyai gejala- gejala kambuh. Akhir Raja Singa laten adalah asimptomatik, dan tidak menular seperti awal Raja Singa laten.
Raja Singa Tersier

Pasien dengan Raja Singa tersier. Kasus di Musée de l’Homme, Paris. Raja Singa tersier bisa terjadi kira-kira 3 hingga 15 tahun setelah infeksi awal, dan bisa dibagi kedalam tiga bentuk berbeda; Raja Singa gummatous (15%), akhir neuroRaja Singa (6.5%),dan kardiovaskular Raja Singa (10%). Tanpa pengobatan, ketiga dari orang yang terinfeksi berkembang ke penyakit tersier. Orang dengan Raja Singa tersier adalah bukan penular.

Raja Singa gummatous atau Raja Singa akhir benign biasanya terjadi 1 hingga 46 tahun setelah infeksi awal, dengan rata-rata 15 tahun. Fase ini ditandai oleh pembentukan gumma kronik, yang lembut,mirip peradangan bola tumor yang bisa bermacam-macam dan sangat signifikan bentuknya gumma umumnya mempengaruhi kulit, tulang, dan liver, tetapi bisa terjadi dimanapun.

NeuroRaja Singa merujuk pada infeksi yang melibatkan sistem saraf pusat yang bisa terjadi dini, menjadi tak bergajala atau dalam bentuk dari meningitis Raja Singatik yang berhubungan dengan keseimbangan yang lemah dan nyeri kilat pada ekstrimitas lebih rendah. Akhir neuroRaja Singa umumnya terjadi 4 hingga 25 tahun setelah infeksi awal. Siflis meningovaskular umumnya muncul dengan apati dan sawan, serta telah umum dengan demensia dan dorsalis. Juga di sana mungkin terdapat pupil Argyll Robertson, tempat pupil kecil bilateral menyempit ketika orang fokus pada objek dekat, tapi tidak menyempit ketika terkena cahaya terang.

Raja Singa kardiovaskular biasanya terjadi 10-30 tahun setelah infeksi awal. Komplikasi yang paling umum adalah syphilitic aortitis, yang dapat mengakibatkan pembentukan aneurisme.
Raja Singa Kongenital.

Raja Singa kogenital bawaan sejak lahir dapat terjadi selama kehamilan atau selama kelahiran. Dua dari tiga bayi Raja Singa lahir tanpa gejala. Gejala umum yang kemudian berkembang dari kehidupan beberapa tahun pertama meliputi: hepatosplenomegali (70%), ruam (70%), demam (40%), neurosyphilis (20%), dan pneumonitis (20%). Jika terobati Raja Singa kongenital tahap akhir dapat terjadi di 40% meliputi: hidung; pelana kelainan bentuk, tanda Higoumenakis, saber shin, atau persendian Clutton di antara lainnya.
Apa saja Ciri – Ciri Penyakit Raja Singa?

penyakit Raja Singa pada pria dan wanita memiliki ciri-ciri yang berbeda. untuk itu harus benar-benar di pahami bagi yang sedang mengalami tanda atau ciri-ciri dari Raja Singa, dan untuk segera melakukan penyobatan.

Ciri – Ciri Raja Singa Pada Wanita.

  • Keluarnya cairan yang tidak normal dari saluran kencing dan atau liang senggama ( Keputihan yang banyak, berbau amis, berwarna putih kehijauan )
  • Rasa nyeri ketika kencing atau saat berhubungan seksual
  • Rasa gatal di alat kelamin atau sekitarnya
  • Adanya Lecet, luka kecil ( kadang ada yang tidak terasa sakit ) yang disertai dengan pembengkakan kelenjar getah bening
  • Adanya perubahan warna kulit dan mata
  • Pada wanita, penyakit ini tidak menunjukkan gejala yang jelas atau bahkan tidak mengalami keluhan sama sekali, sehingga wanita mudah menjadi sumber penularan
    komplikasi berupa bartolitis, yaitu membengkaknya kelenjar Bartholin sehingga penderita susah jalan karena nyeri. Komplikasi dapat ke atas menyebabkan kemandulan, jika ke rongga perut menyebabkan radang di perut dan usus. Selain itu baik pada wanita atau pria dapat terjadi infeksi sistemik ( seluruh tubuh) ke sendi, jantung, selaput otak dan lain-lain. Pada ibu hamil, bila tidak diobati, saat melahirkan mata bayi dapat terinfeksi, bila tidak cepat ditangani dapat menyebabkan kebutaan

Ciri Ciri Raja Singa Pada Pria.

  • Keluarnya cairan nanah dari penis pada laki-laki.
  • Nyeri selama hubungan seksual atu pada saat buang air kecil.
  • Kerongkongan terasa sakit atau ada luka kerongkongan pada orang-orang dengan oral sex.
  • Nyeri pada daerah sekitar anus pada orang-orang dengan anal sex.
  • Luka memerah tanpa rasa sakit pada daerah kelamin, anus, kerongkongan dan atau lidah.
  • Bintik merah pada kulit dan bersisik pada telapak tangan dan telapak kaki.
  • Urine atau air kencing berwarna gelap, feses berwarna terang, mata dan kulit berwarna kuning.
  • Timbul lepuh kecil pada daerah kelamin yang berubah menjadi koreng (kerak kering pd luka).
  • Pembengkakan pada kelenjar limfe, demam dan nyeri atau rasa sakit pada seluruh tubuh.
  • Gejala infeksi yang aneh, lelah yang tidak dapat dijelaskan mengapa, keringat malam, berat badan menurun.

Bagaimana Penularan Penyakit Raja Singa?

Raja Singa terutama ditularkan melalui kontak seksual atau selama kehamilan dari ibu ke janinnya; spiroseta mampu menembus membran mokusa utuh atau ganguan kulit. Oleh karena itu dapat ditularkan melalui mencium area di dekat lesi, serta seks oral, vaginal, dan anal. Sekitar 30 sampai 60% dari mereka yang terkena Raja Singa primer atau sekunder akan terkena penyakit tersebut. Contoh penularannya, seseorang yang disuntik dengan hanya 57 organisme mempunyai peluang 50% terinfeksi. Sebagian besar (60%) dari kasus baru di United States terjadi pada laki-laki yang berhubungan seks dengan laki-laki. Penyakit tersebut dapat ditularkan lewat produk darah. Namun, produk darah telah diuji di banyak negara dan risiko penularan tersebut menjadi rendah. Risiko dari penularan karena berbagi jarum suntik tidaklah banyak. Raja Singa tidak dapat ditularkan melalui dudukan toilet, aktifitas sehari-hari, bak panas, atau berbagi alat makan serta pakaian.

Penyakit Raja Singa Sifilis

Penyakit Raja Singa Sifilis~ Raja singa atau sering disebut juga sifilis merupakan penyakit seks menular. Apabila tidak diobati, maka akan dapat berkembang ke fase yang dapat mengakibatkan komplikasi dan masalah kesehatan lain yang serius.

Kami Toko Obat Herbal De Nature Tawarkan Product Herbal Dari De Nature Yang Sudah Dapat Dibuktikan Ampuh Dalam Menangani Semua Jenis Penyakit Dan Terbuat Berbahan Alami Hingga Tanpa Ada Resikonya. Kami Ingin Tawarkan Product Unggulan Kami Yang Telah Teruji Khasiatnya Dapat Mengobati Penyakit Raja Singa Baik Itu Sipilis Ataupun Kencing Nanah. Silakan Tanyakan Pada Kami Keluhan Anda Serta Kami Kasih Obatnya Yang Pas. Layanan Kami 24 Jam Siap Menolong Anda. Janganlah Sangsi Lagi Kami Memberikan Yang Paling Baik Untuk Kesembuhan Penyakit Anda Cepatlah Kontak Kami Untuk Lakukan Pemesanan Obat. Bila Alami Tanda-Tanda Raja Singa Lekas Obati Serta Raja Singa Dapat Pulih Keseluruhan Dengan Obat Raja Singa De Nature.

Hubungi Customer Service Kami :
Simpati : 0812 9691 6270
Xl : 087 802 956 210
IM3: 0857 4702 2427
Pin Bb: D425DC73
Call / SMS ( Pelayanan 24 Jam )

Kapsul Gang Jie Dan Gho Siah De Nature Cara Cepat Menyembuhkan Penyakit Sipilis / Raja Singa Sampai Tuntas Dan Tidak Kambuh Lagi.

KHASIAT :

  1. Penyakit Gonore
  2. Penyakit Raja Singa
  3. Penyakit Kencing Nanah
  4. Penyakit Sifilis/Sipilis

DETAIL PRODUK :
1 Botol Gang Jie Isi 50 Kapsul
1 Botol Gho Siah Isi 50 Kapsul

ATURAN PAKAI :
Di Minum 3X Sehari 1 Jam Sebelum Makan Sekali Konsumsi 2 Kapsul Gang Jie Dan 2 Kapsul Gho Siah

BARANG SELALU READY STOCK!!!!!

Seperti yang sudah diketahui bahwa penyakit ini khususnya bisa diobati atau pun vaksin untuk pencegahannya. DeNature Indonesia sudah menyiapkan obatnya berupa obat herbal yaitu gang jie dan gho siah yang berasal dari bahan alami yang diekstra menjadi kapsul herbal yang manjur untuk penyakit dalam seperti halnya penyakit ini. Obat ini khusus kami racik untuk pengobatan gonore, pengobatan sifilis/sipilis , pengobatan kencing nanah , pengobatan raja singa. Sudah sejak 2009 obat ini mengobati sifilis,raja singa , kencing nanah , gonore. Biasanya hanya 3-5 sudah sembuh tapi obat tetap harus dihabiskan supaya total.

Tunggu apa lagi ??? pesan obatnya sekarang, jaminan barang sampai kealamat. Kalo anda malu kedokter, nggak ada waktu kedokter, takut menularkan penyakit ke orang lain. Ya apa pun alasannya kami disini siap membantu anda untuk mengobati penyakit ini.

Hubungi Customer Service Kami :
Simpati : 0812 9691 6270
Xl : 087 802 956 210
IM3: 0857 4702 2427
Pin Bb: D425DC73
Call / SMS ( Pelayanan 24 Jam )

Kenapa Harus Memilih De Nature Indonesia Sebagai Perantara Kesembuhan Penyakit Anda?

  1. Obat Kami Herbal ( Aman Tanpa Efek Samping ).
  2. Obat Kami Herbal Mujarab Dan Terpercaya Oleh Keluarga Indonesia.
  3. Pasien Dipersilahkan Konsultasi Gratis Tanpa Dipungut Biaya.
  4. Respon Cepat.
  5. Privasi Kami Jaga Dengan Baik.
  6. Khusus Untuk Obat Kutil Kelamin Seharga ( 1 Juta ) Gratis Ongkir Khusus Pulau Jawa.
  7. Selain Obat Yang Herbal Ada Anjuran Dan Tips Khusus Untuk Anda Didalam Paket.
  8. Semua Pesanan Dikemas Dengan Baik Dan Boleh Ditukar Bila Kami Salah Mengirim Paket Obat.
  9. Website Kami Ada Ribuan Dan Banyak Pesanan Dari Dalam Maupun Luar Negeri.
  10. Obat Herbal Menyembuhkan Penyakit Tanpa Menumbuhkan Benih Penyakit Lain.
  11. Harga Tersebut Dalam Sebutan Paket Untuk Menjamin Bahwa Obat Kami Akan Bekerja Dengan Maksimal Seperti Yang Anda Harapkan.
  12. 94% Orang Yang Memiliki Keyakinan Bahwa Dengan Obat Kami De Nature Indonesia Sebagai Perantara Penyakit Mereka Akan Sembuh Ternyata Sembuh Total. Tak Bisa Dipungkiri Kuasa Tuhan Berperan Besar Dalam Pengobatan Yang Anda Jalani. Dan Masih Banyak Lagi Kelebihan Obat Kami Dalam Penyembuhan.
  13. Beda Penyakit Beda Obatnya ( Obat Ramuan Khusus Masing-Masing Penyakit ).
  14. De Nature Indonesia The Best Seller And Konsultan.
  15. Obat Sudah Lulus/Terdaftar Di BPOM.
  16. Baca Juga Tentang Obat Herpes

Sekilas Tentang Penyakit Raja Singa / Sipilis

Penyakit Raja Singa atau di kenal juga dengan sipilis adalah suatu infeksi menular seksual yang disebabkan oleh bakteri spiroset Treponema pallidum sub-spesies pallidum. Rute utama penularannya melalui kontak seksual; infeksi ini juga dapat ditularkan dari ibu ke janin selama kehamilan atau saat kelahiran, yang menyebabkan terjadinya Raja Singa kongenital. Penyakit lain yang diderita manusia yang disebabkan oleh Treponema pallidum termasuk yaws (subspesies pertenue), pinta(sub-spesies carateum),dan bejel (sub-spesies endemicum).Tanda dan gejala Raja Singa bervariasi bergantung pada fase mana penyakit tersebut muncul (primer, sekunder, laten, dan tersier).

  • Fase primer secara umum ditandai dengan munculnya chancre tunggal (ulserasi keras, tidak menimbulkan rasa sakit, tidak gatal di kulit).
  • Raja Singa sekunder ditandai dengan ruam yang menyebar yang seringkali muncul di telapak tangan dan tumit kaki.
  • Raja Singa laten biasanya tidak memiliki atau hanya menunjukkan sedikit gejala.
  • Raja Singa tersier dengan gejala gumma, neurologis, atau jantung. Namun, penyakit ini telah dikenal sebagai “peniru ulung” karena kemunculannya ditandai dengan gejala yang tidak sama. Diagnosis biasanya dilakukan melalui tes darah; namun, bakteri juga dapat dilihat melalui mikroskop. Raja Singa dapat diobati secara efektif dengan antibiotik, khususnya dengan suntikan penisilin G (yang disuntikkan untuk neuroRaja Singa), ataupun ceftriakson, dan bagi pasien yang memiliki alergi berat terhadap penisilin, doksisiklin atau azitromisin dapat diberikan secara oral atau diminum.

Raja Singa diyakini telah menginfeksi 12 juta orang di seluruh dunia pada tahun 1999, dengan lebih dari 90% kasus terjadi di negara berkembang. Setelah jumlah kasus menurun secara dramatis sejak ketersediaan penicilin di seluruh dunia pada 1940an, angka infeksi kembali meningkat sejak pergantian milenium di banyak negara, terkadang muncul bersamaan dengan human immunodeficiency virus (HIV). Angka ini disebabkan sebagian oleh praktik seks yang tidak aman di antara laki-laki yang berhubungan seksual dengan laki-laki, seks bebas dan angka prostitusi tinggi, serta penurunan penggunaan proteksi pelindung.

Apa saja Tanda – tanda dan gejala penyakit Raja Singa?

Raja Singa atau sifilis dapat muncul pada satu di antara empat fase yang berbeda; primer, sekunder, laten, dan tersier, dan bisa juga terjadi secara congenital. Fase ini disebut sebagai “peniru yang hebat” oleh Sir William Osler dikarenakan kemunculannya yang bervariasi.
Raja Singa Primer.

Raja Singa primer umumnya diperoleh dari kontak seksual secara langsung dengan orang yang terinfeksi ke orang lain. Sekitar 3 sampai 90 hari setelah awal kedapatan (rata-rata 21 hari) luka di kulit dinamakan chancre, tampak pada saat kontak. Lesi ini biasanya (40 % dari waktu) tunggal, kokoh, tanpa rasa sakit, pemborokan kulit tanpa rasa gatal dengan dasar yang bersih serta berbatasan tajam antara ukuran 0,3 dan 3,0 cm. Walau bagaimanapun luka bisa dikeluarkan hampir dalam bentuk apapun.

Pada bentuk yang umum, luka baerkembang dari macule ke papule dan akhirnya ke erosion atau ulcer.

Kadang-kadang, lesi ganda mungkin muncul (~40%). Lesi ganda lebih umum ketika koinfeksi dengan HIV. Lesi mungkin nyeri atau perih (30%), dan bisa terjadi di luar kelamin (2–7%). Letak paling umum pada wanita adalah di cervix (44%), penis laki-laki heteroseksual (99%), dan anal serta rektal umumnya secara relatif (laki-laki yang berhubungan seks dengan laki-laki) (34%). Pelebaran nodus limfa;(80%) sering kali terjadi di sekitar daerah infeksi, terjadi selama 10 hari setelah pembentukan tukak. Lesi dapat bertahan selama tiga hingga enam minggu tanpa pengobatan.
Raja Singa Sekunder.

Raja Singa sekunder pada umumnya ditandai dengan munculnya ruam pada telapak tangan. Papules kemerah-merahan dan banyaknya nodul di badan menandai terjadinya Raja Singa sekunder.Raja Singa sekunder seringnya terjadi empat sampai sepuluh minggu setelah infeksi primer. Sementara penyakit sekunder dapat dikenal dalam berbagai cara secara nyata, gejala-gejala paling umum berkaitan dengan kulit, selaput lendir, dan nodus limfa. Di sana mungkin terdapat kesamaan, kemerah-merahan-pink, ruam yang tidak gatal pada batang dan ekstrim, termasuk pada telapak tangan dan soles. Ruam bisa menjadi makulopapular atau pustular. Itu bisa berbentuk datar, lebar, keputih-putihan, lesi mirip kutil dikenal sebagai kondiloma latum pada selaput lendir.

Semua dari endapan bakteri lesi terinfeksi. Gejala lain termasuk demam, sakit tenggorokan, malaise, berat badan turun, rambut rontok, dan sakit kepala. Jenis penyakit lainnya yang jarang terjadi termasuk hepatitis, ginjal penyakit, radang sendi, periostitis , optik neuritis, uveitis, dan interstitial keratitis.

Gejala akut biasanya diatasi setelah tiga hingga enam minggu; namun sekitar 25% orang bisa kambuh gejala sekunder. Banyak orang yang mengalami Raja Singa sekunder (40-85% dari wanita, 20-65% dari laki-laki) tidak melaporkan mengalami chancre dari Raja Singa primer sebelumnya.
Raja Singa Laten.

Raja Singa laten didefinisikan seperti mengalami bukti serologis dari infeksi tanpa gejala-gejala dari penyakit. Penyakit ini dijelaskan lebih lanjut sebagai lebih awal (kurang dari 1 tahun setelah Raja Singa sekunder) atau akhir (lebih dari 1 tahun setelah Raja Singa sekunder) di Amerika serikat. Amerika serikat memanfaakkan memotong dari dua tahun dini dan akhir Raja Singa laten. Awal Raja Singa laten bisa mempunyai gejala- gejala kambuh. Akhir Raja Singa laten adalah asimptomatik, dan tidak menular seperti awal Raja Singa laten.
Raja Singa Tersier

Pasien dengan Raja Singa tersier. Kasus di Musée de l’Homme, Paris. Raja Singa tersier bisa terjadi kira-kira 3 hingga 15 tahun setelah infeksi awal, dan bisa dibagi kedalam tiga bentuk berbeda; Raja Singa gummatous (15%), akhir neuroRaja Singa (6.5%),dan kardiovaskular Raja Singa (10%). Tanpa pengobatan, ketiga dari orang yang terinfeksi berkembang ke penyakit tersier. Orang dengan Raja Singa tersier adalah bukan penular.

Raja Singa gummatous atau Raja Singa akhir benign biasanya terjadi 1 hingga 46 tahun setelah infeksi awal, dengan rata-rata 15 tahun. Fase ini ditandai oleh pembentukan gumma kronik, yang lembut,mirip peradangan bola tumor yang bisa bermacam-macam dan sangat signifikan bentuknya gumma umumnya mempengaruhi kulit, tulang, dan liver, tetapi bisa terjadi dimanapun.

NeuroRaja Singa merujuk pada infeksi yang melibatkan sistem saraf pusat yang bisa terjadi dini, menjadi tak bergajala atau dalam bentuk dari meningitis Raja Singatik yang berhubungan dengan keseimbangan yang lemah dan nyeri kilat pada ekstrimitas lebih rendah. Akhir neuroRaja Singa umumnya terjadi 4 hingga 25 tahun setelah infeksi awal. Siflis meningovaskular umumnya muncul dengan apati dan sawan, serta telah umum dengan demensia dan dorsalis. Juga di sana mungkin terdapat pupil Argyll Robertson, tempat pupil kecil bilateral menyempit ketika orang fokus pada objek dekat, tapi tidak menyempit ketika terkena cahaya terang.

Raja Singa kardiovaskular biasanya terjadi 10-30 tahun setelah infeksi awal. Komplikasi yang paling umum adalah syphilitic aortitis, yang dapat mengakibatkan pembentukan aneurisme.
Raja Singa Kongenital.

Raja Singa kogenital bawaan sejak lahir dapat terjadi selama kehamilan atau selama kelahiran. Dua dari tiga bayi Raja Singa lahir tanpa gejala. Gejala umum yang kemudian berkembang dari kehidupan beberapa tahun pertama meliputi: hepatosplenomegali (70%), ruam (70%), demam (40%), neurosyphilis (20%), dan pneumonitis (20%). Jika terobati Raja Singa kongenital tahap akhir dapat terjadi di 40% meliputi: hidung; pelana kelainan bentuk, tanda Higoumenakis, saber shin, atau persendian Clutton di antara lainnya.
Apa saja Ciri – Ciri Penyakit Raja Singa?

penyakit Raja Singa pada pria dan wanita memiliki ciri-ciri yang berbeda. untuk itu harus benar-benar di pahami bagi yang sedang mengalami tanda atau ciri-ciri dari Raja Singa, dan untuk segera melakukan penyobatan.

Ciri – Ciri Raja Singa Pada Wanita.

  • Keluarnya cairan yang tidak normal dari saluran kencing dan atau liang senggama ( Keputihan yang banyak, berbau amis, berwarna putih kehijauan )
  • Rasa nyeri ketika kencing atau saat berhubungan seksual
  • Rasa gatal di alat kelamin atau sekitarnya
  • Adanya Lecet, luka kecil ( kadang ada yang tidak terasa sakit ) yang disertai dengan pembengkakan kelenjar getah bening
  • Adanya perubahan warna kulit dan mata
  • Pada wanita, penyakit ini tidak menunjukkan gejala yang jelas atau bahkan tidak mengalami keluhan sama sekali, sehingga wanita mudah menjadi sumber penularan
    komplikasi berupa bartolitis, yaitu membengkaknya kelenjar Bartholin sehingga penderita susah jalan karena nyeri. Komplikasi dapat ke atas menyebabkan kemandulan, jika ke rongga perut menyebabkan radang di perut dan usus. Selain itu baik pada wanita atau pria dapat terjadi infeksi sistemik ( seluruh tubuh) ke sendi, jantung, selaput otak dan lain-lain. Pada ibu hamil, bila tidak diobati, saat melahirkan mata bayi dapat terinfeksi, bila tidak cepat ditangani dapat menyebabkan kebutaan

Ciri Ciri Raja Singa Pada Pria.

  • Keluarnya cairan nanah dari penis pada laki-laki.
  • Nyeri selama hubungan seksual atu pada saat buang air kecil.
  • Kerongkongan terasa sakit atau ada luka kerongkongan pada orang-orang dengan oral sex.
  • Nyeri pada daerah sekitar anus pada orang-orang dengan anal sex.
  • Luka memerah tanpa rasa sakit pada daerah kelamin, anus, kerongkongan dan atau lidah.
  • Bintik merah pada kulit dan bersisik pada telapak tangan dan telapak kaki.
  • Urine atau air kencing berwarna gelap, feses berwarna terang, mata dan kulit berwarna kuning.
  • Timbul lepuh kecil pada daerah kelamin yang berubah menjadi koreng (kerak kering pd luka).
  • Pembengkakan pada kelenjar limfe, demam dan nyeri atau rasa sakit pada seluruh tubuh.
  • Gejala infeksi yang aneh, lelah yang tidak dapat dijelaskan mengapa, keringat malam, berat badan menurun.

Bagaimana Penularan Penyakit Raja Singa?

Raja Singa terutama ditularkan melalui kontak seksual atau selama kehamilan dari ibu ke janinnya; spiroseta mampu menembus membran mokusa utuh atau ganguan kulit. Oleh karena itu dapat ditularkan melalui mencium area di dekat lesi, serta seks oral, vaginal, dan anal. Sekitar 30 sampai 60% dari mereka yang terkena Raja Singa primer atau sekunder akan terkena penyakit tersebut. Contoh penularannya, seseorang yang disuntik dengan hanya 57 organisme mempunyai peluang 50% terinfeksi. Sebagian besar (60%) dari kasus baru di United States terjadi pada laki-laki yang berhubungan seks dengan laki-laki. Penyakit tersebut dapat ditularkan lewat produk darah. Namun, produk darah telah diuji di banyak negara dan risiko penularan tersebut menjadi rendah. Risiko dari penularan karena berbagi jarum suntik tidaklah banyak. Raja Singa tidak dapat ditularkan melalui dudukan toilet, aktifitas sehari-hari, bak panas, atau berbagi alat makan serta pakaian.